BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG PENULISAN
Melahirkan individu yang berbudaya dengan mengamalkan pertimbangan kesenian,berjiwa kreatif, inovatif, inventif dan mempunyai jati diri yang tinggi. Pengabungan seni visual, seni muzik dan seni pergerakan akan membantu pembentukan insan yang lebih bersifat holistic.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian yang terdapat pada latar belakang, maka yang menjadi pokok dalam makalah ini adalah:
a. Apakah definisi kecerdasan?
b. Apa saja teori kecerdasan?
c. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecerdasan?
d. Apa saja contoh alat ukur kecerdasan?
e. Apakah macam-macam kecerdasan dalam ilmu psikologi?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Tujuan di buatnya makalah ini adalah : “ Agar kita bisa lebih mengetahui apa itu kecerdasan meliputi definisi serta teori-teori kecerdasan, jenis-jenis kecerdasan, apa saja yang menjadi faktor-faktor kecerdasan, dan alat ukur kecerdasan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kecerdasan
Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis. Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir.
2.1 Teori Kecerdasan
Menurut Alfred Binet (1857-1911) kecerdasan intelektual adalah kecerdasan dilihat hanya dari sisi kekuatan verbal dan logika seseorang yang menganut konsep eugenic yaitu berdasarkan faktor keturunan dan akhirnya cenderung dapat dinilai dengan angka konstan.
Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai, “himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.”
Menurut Goleman, kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya, melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.
Stephen R. Covey adalah pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain, karena dia menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya.
Zohar dan Marshal mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari pada yang lain.
Dr. Howard Gardner kecerdasan dibagi menjadi 8 macam. Yang diantaranya nanti akan kami bahas pada pembahasan berikutnya.
2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan
Menurut Wechler ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan:
• Biologis
• Lingkungan
• Budaya
• Bahasa
• Masalah etika
Namun apabila ditinjau ulang, berdasarkan teori yang dicetuskan oleh Alferd Binet faktor keturunan juga sangat mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.
2.4 Alat Ukur Kecerdasan
Pengukuran taraf kecerdasan Salah satu uji kecerdasan yang diterima luas ialah berdasarkan pada uji psikometrik atau IQ. Pengukuran kecerdasan dilakukan dengan menggunakan tes tertulis atau tes tampilan (performance test) atau saat ini berkembang pengukuran dengan alat bantu komputer. Alat uji kecerdasan yang biasa di pergunakan adalah :
• Stanford-Binnet intelligence scale
• Wechsler scales yang terbagi menjadi beberapa turunan alat uji seperti :
o WB (untuk dewasa)
o WAIS (untuk dewasa versi lebih baru)
o WISC (untuk anak usia sekolah)
o WPPSI (untuk anak pra sekolah)
• IST
• TIKI (alat uji kecerdasan Khas Indonesia)
• FRT
• PM-60, PM Advance
2.5 Macam-macam Kecerdasan Menurut Ilmu Psikologi
Berbicara mengenai macam-macam kecerdasan dalam psikologi, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan yang mana awalnya kecerdasan itu hanya diidentikan dengan kecerdasan intelektual saja. Saat ini muncul ilmuan-ilmuan yang telah mencetuskan beberapa kecerdasan, diantaranya adalah :
1. Kecerdasan Kenabian
Kecerdasan kenabian (prophetic intelligence) adalah potensi membumikan, menafsirkan dan mengejawantahkan pesan-pesan ketuhanan di dalam kehidupan sehari-hari di permukaan bumi ini, dalam bentuk buah pemikiran, sikap, prilaku dan tindakan yang positif. Dengan potensi itu seseorang akan dapat dengan mudah beradabtasi, berinteraksi, berkomunikasi dan berintegrasi dengan lingkungan kehidupannya.
Prophetic Intelligence adalah suatu potensi yang berbasis kenabian, yang terdiri dari lima kecerdasan (adversity intelligence, spiritual intelligence, emotional intelligence, perceptual intelligence dan intellectual intelligence.
INDIKASI KECERDASAN KENABIAN
i. Adversity Intelligence
Kemampuan yang terpadu antara jiwa dan fisik (psikomotorik). Dengan kecerdasan ini seseorang akan terhindar dari sikap berputus asa, pengecut, mudah menyerah, tidak bisa menerima apa adanya, takut miskin, malas, berburuk sangka.
ii. Kecerdasan Intelektual
Menurut Alfred Binet (1857-1911) kecerdasan intelektual adalah kecerdasan dilihat hanya dari sisi kekuatan verbal dan logika seseorang yang Menganut konsep eugenic artinya pengendalian sistematis dari keturunan dan akhirnya cenderung dapat dinilai dengan angka konstan.
iii. Kecerdasan Emosional
Beberapa tokoh mengemukakan tentang teori kecerdasan emosional antara lain, Mayer & Salovey dan Daniel Goleman. Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai, “himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.”. Menurut Goleman, kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Daniel Goleman mengatakan bahwa koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Lebih lanjut Goleman mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional tersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati.
iv. Kecerdasan Spiritual
Sementara itu, kecerdasan spiritual menurut Stephen R. Covey adalah pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain, karena dia menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas (Tuhan).
Zohar dan Marshal mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari pada yang lain.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa definisi kecerdasan spiritual adalah kemampuan potensial setiap manusia yang menjadikan ia dapat menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.
2. Selain 5 kecerdasan di atas ada 8 macam kecerdasan menurut Dr. Howard Gardner pada tahun 1983. Beliau merupakan profesor dalam bidang pendidikan di Harvard Universiti. Menurut Gardner, ada 8 jenis kecerdasan yang berbeda sebagai salah satu cara untuk mengukur potensi kecerdasan manusia, kanak-kanak dan dewasa. Kecerdasan-kecerdasan yang telah dikenal pasti adalah seperti berikut:
v. Kecerdasan Linguistik : Word Smart
Adalah kecerdasan menggunakan kata-kata secara efektif. Kecerdasan ini sangat berguna bagi para penulis, aktor, pelawak, selebriti, radio dan para pembicara hebat. Kecerdasan juga membantu kesuksesan kariernya di bidang pemasaran dan politik.
vi. Kecerdasan Logis- Matematis : Number Smart
Kecerdasan yang satu ini adalah ketrampilan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika dan akal sehat. Ini adalah kecerdasan yang digunakan ilmuwan untuk membuat hipotesa dan dengan tekun mengujinya dengan eksperimen. Ini juga kecerdasan yang digunakan oleh Akuntan pajak, pemrogaman komputer dan ahli matematika.
vii. Kecerdasan Spasial : Picture Smart
Ini adalah kecerdasan gambar dan bervisualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk menvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk 2 atau 3 dimensi. Seniman atau pemahat serta pelukis memiliki kecerdasan ini dalam tingkat tinggi.
viii. Kecerdasan Kinestetik- Jasmani : Body Smart
Kecerdasan jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim aktor) dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kay, ahli bedah)
ix. Kecerdasan Musikal: Music Smart
Kecerdasan musical melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan irama atau sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang lebih canggih, kecerdasan ini mencakup para diva dan virtuoso piano di dunia seni dan budaya.
x. Kecerdasan Antar Pribadi: People Smart
Kecedasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerj untuk orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak hal, mulai dari kemampuan berempati, kemampuan memimpin, dan kemampuan mengorganisir orang lain.
xi. Kecerdasan Intra Pribadi: Self Smart
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri, kecerdasan untuk mengetahui siapa sebenarnya diri kita sendiri. Kecerdasan ini sangat penting bagi para wira usahawan dan individu lain yang harus memiliki persyaratan disiplin diri, keyakinan, dan pengetahuan diri untuk mengetahui bidang atau bisnis baru.
xii. Kecerdasan Naturalis: Nature Smart
Kecerdasan naturalis melibatkan kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk alam di sekitar kita: Bunga, burung, pohon, hewan serta flora dan fauna lainny. Kecerdasan ini dibutuhkan di banyak profesi seperti ahli biologi, penjaga hutan, dokter, hewan dan holtikulturalis.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
IQ digambarkan sebagai “What I think?“, EQ “What I Feel”, dan SQ adalah kemampuan menjawab “Who I am“. Siapa saya? Dan untuk apa saya diciptakan. Tuhan Maha Adil, sebenarnya kita memiliki semua kecerdasan ini tetapi tidak pernah kita asah bahkan kita munculkan. Untuk menjadi seorang pribadi yang sukses kita harus mampu menggabungkan dan mensinergikan IQ, EQ, dan SQ. Ilmu tanpa hati adalah buta, sedangkan ilmu tanpa hati dan jiwa adalah hampa. Ilmu, hati, dan jiwa yang bersinergi itulah yang memberikan makna.


0 komentar:
Posting Komentar